Apa Itu Unicorn? Berikut 5 Unicorn Startup Indonesia

Apa Itu Unicorn

Unicorn Indonesia – Mungkin Anda telah familiar dengan istilah Unicorn yang baru-baru ini populer. Beberapa waktu lalu istilah ini mencuat dan langsung menjadi trending pada saat debat Capres. Lalu apa sebenarnya Unicorn? Seorang startup atau pebisnis digital tentu harus tahu istilah Unicorn yang digadang-gadang merupakan tolak ukur kesuksesan sebuah startup di era digital.

Pengertian Unicorn

Sebenarnya istilah Unicorn ini pertama kali terungkap oleh seorang yang bernama Aileen Lee. Ia adalah seorang CEO Cowboy Ventures. Seperti yang dilansir dari Tech Crunch, istilah Unicorn muncul ketika perusahaan Cowboy Ventures meriset data perusahaan teknologi di Amerika semenjak tahun 2003. Dataset yang telah terhimpun sampai sekarang, menemukan fakta bahwa ada sebanyak 229 perusahaan khususnya startup yang memiliki pendapatan atau valuasi sebesar US$ 1 miliar atau lebih di As. Perusahaan yang memiliki valuasi besar itulah yang kemudian disebut Lee sebagai perusahaan Unicorn.

Dengan demikian, cukup dapat disimpulkan bahwa istilah Unicorn ini mengacu pada sebuah perusahaan atau startup yang sukses memiliki pendapatan triliunan yaitu sekitar 13,1 triliun.

Kriteria Unicorn

Unicorn erat kaitannya dihubungkan dengan startup. Kriteria unicorn untuk sebuah startup ini mengacu pada nilai valuasi yang berhasil dimilikinya. Jika sebuah startup dapat meraup nilai valuasi sebesar US$1 miliar atau setara dengan 13,1 triliun ini dapat mengkatagorikan startup tersebut menyandang predikat Unicorn. TechCrunch lebih lanjut menjelaskan, bahwa likuiditas perusahaan yang sukses biasanya membutuhkan waktu 7 tahun.

Startup dunia yang menyandang status Unicorn ini juga dikabarkan tersebar di seluruh dunia seperti Amerika, China, Jerman, India, Inggris, Singapura dan lain lain. Startup Unicorn tersebut juga beragam berdasarkan bidangnya masing-masing seperti keuangan, jasa, ritel, pemasaran, games, dan lain-lain.

Baca juga, Pola Pikir Investor Startup di Indonesia

Inonesia sendiri mempunyai daftar perusahaan startup yang menyandang status Unicorn. Dengan pendapatan rata-rata lebih dari 1 miliar dolar Amerika atau lebih dari 13, 8 triliun, 5 startup perintis Unicorn ini mampu menandingi perusahaan besar lainnya di Indonesia. Sebagai para startup yang berhasil, mereka patut diacungi jempol seperti di antaranya Gojek yang memiliki valuasi senilai Rp 50 triliun dan Tokopedia dengan pendapatannya sebesar Rp 40 triliun. Sedangkan Traveloka memiliki valuasi senilai Rp 26 triliun diikuti Bukalapak sebesar Rp 15 triliun.

5 Unicorn Indonesia Terpopuler

1. Go-Jek

go-jek

Go-Jek merupakan perintis startup yang berhasil menyandang gelar Unicorn untuk pertama kalinya saat valuasi pendanaannya mencapai 7,5 triliun pada tahun 2016 lalu. Setelah bisnisnya merambah berbasis sistem pembayaran, makin banyak investor yang terlibat menyokong dana pada Go-Jek ini.

Baru-baru ini Go-Jek pun dikucurkan dana oleh sebuah perusahaan teknologi, Digital Niaga (DGN) dan produsen otomotif multinasional sebagai investor barunya. Hal ini menjadikan nilai tambah bagi valuasinya yang semakin meningkat.

Menurut Nadiem pendiri Gojek, kucuran dana investasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem digital Indonesia supaya dapat memajukan Indonesia untuk menjadi negara yang mempunyai perusahaan superpower di era digital.

Kucuran dana investasi tersebut dikabarkan mencapai US$1,2 miliar atau sama nilainya dengan Rp 16.000.000.000.000 (16 triliun). Dengan ini, maka valuasi Gojek menjadi sebesar Rp 53 triliun melampaui daftar startup penyandang status Unicorn lainnya.

2. Tokopedia

tokopedia

Tokopedia menjadi startup pada urutan kedua yang menyandang gelar Unicorn. Perusahaan yang mengusung e-commerce ini memiliki valuasi sebesar Rp 40 triliun pasca disuntikan dana investasi dari para investornya seperti Alibaba.

Alibaba diketahui telah melakukan investasi pada Tokopedia pertama kalinya pada Agustus 2017 lalu sebesar US$1,2 miliar atau sama dengan RP 15.000.000.000.000 (15 triliun).

Selain pada Tokopedia, Alibaba juga menggelontorkan dana investasi pada Lazada yang juga menyandang status Unicorn di Singapura.

Bisnis market place yang diusung Tokopedia ini juga merambah pada sistem pembayaran (payment system) yang luas. Hal ini menjadikan Tokopedia terus mendapatkan sokongan dana investasi senilai US$1,347 miliar dolar lebih.

3. Traveloka

traveloka

Startup Traveloka yang menyediakan layanan travel ini dinobatkan memiliki status Unicorn setelah mendapatkan kucuran dana investasi sebesar US$350 juta atau senilai Rp 4,6 triliun dari sebuah perusahaan travel asal AS yang bernama Expedia tahun lalu.

Total kucuran dana investasi tersebut meningkatkan valuasi yang dihasilkan Traveloka, yaitu senilai US$2 miliar atau sekitar Rp 26,6 triliun dan dikabarkan terus meningkat.

Sokongan dana investasi diberikan mengingat Traveloka adalah salah satu penyedia layanan travel online terbesar dan terdepan yang terus berkembang di Asia Tenggara.

Traveloka berhasil menarik investor karena bisnisnya yang sudah merambah ke Asia tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina dan Vietnam untuk memberikan layanan tiket, dan akomodasi travel lainnya.

CEO Expedia mengatakan bahwa mereka ingin memperluas jaringan dan usahanya di Asia, dan karena itu memilih Traveloka sebagai investeenya. Selain menyuntikan dana pada penyedia travel ini, Expedia juga dikabarkan melakukan investasi pada Air Asia.

Baca juga, SEO Marketplace Meningkatkan Penjualan Dari Toko Online

4. Bukalapak

bukalapak

Pada peringkat nomor 4, Bukalapak belum lama ini bergabung masuk pada jajaran Unicorn Indonesia. Salah satu investor terbesarnya adalah perusahaan terbesar di Indonesia, yaitu Emtek.

Selain Emtek, ada dua perusahaan investor asing seperti ventura asal AS, yaitu 500 Startup dan QueensBridge Venture Partners.

Setelah kucuran dana investasi yang didapatnya, kinerja dan pendapatan perusahaan meroket hingga 3 sampai 4 kali lipat. Hal ini menjadikannya memiliki valuasi senilai Rp 15 triliun dan terus meningkat.

Di Bukalapak ini, setelah adanya investasi yang besar, Bukalapak dapat menjangkau sekitar 35 juta penduduk dengan pelapak sekitar 2,2 juta.

5. Fintech

Fintech

Fintech yang merupakan startup berbasis keuangan ini, digadang-gadang menjadi calon bakal Unicorn yang kelima. Namun likuidasi perusahaan serta valuasinya masih dihitung dan dibandingkan dengan dataset perusahaan startup lainnya.

Selain Fintech, ada RuangGuru yang merupakan startup di bidang pendidikan. Dan ada HaloDoc yang bisnisnya menjanjikan. Menurut menteri komunikasi, Rdiantara, diharapkan kedepannya investor dapat mengucurkan dana dan tertarik melakukan investasi pada perusahaan calon bakal Unicorn diatas supaya dapat mengikuti jejak startup lainnya yang telah sukses menjadi Unicorn duluan.

Potensi Pasar Indonesia

Menilik dari latar belakang para investor yang melakukan investasi pada Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukulapak di atas, dominasi investor asing nampaknya begitu kuat, seperti investor asal Cina, AS, dan Singapura.

Hal ini membuktikan bahwa potensi pasar Indonesia sangat menjanjikan. Karena Indonesia meliputi populasi penduduk yang sangat banyak, tidak menutup kemungkinan menjadi sebuah opportunity yang bagus untuk menjadikan mereka sebagai target pasar yang potensial.

Baca juga, Strategi Membangun Bisnis Online dengan Cepat

Hal tersebut juga mengakibatkan para investor asing tertarik untuk menyuntikan dananya pada perusahaan startup yang sedang berkembang dan mempunyai potensi Unicorn yang bagus.

Pendanaan scaleup tentu akan terbatas jika investor yang dipilih adalah dari investor asal lokal Indonesia saja. Berbeda dengan kucuran dana scaleup yag diberikan investor asing, hal ini menjadi keuntungan bagi startup untuk mengembangkan potensi pasarnya lebih hebat lagi. Sehingga tak hanya ke 4 Unicorn diatas yang bakal mendominasi, namun akan ada banyak calon startup Unicorn lainnya yang bakal mengikuti.