Strategi Membangun Startup

Strategi Memulai Bisnis Startup Agar Cepat Berkembang

Strategi Startup – Istilah Startup belakangan mulai ngetrend dikalangan pebisnis. Pasalnya, istilah startup ini memang merujuk pada usaha atau bisnis yang baru berkembang. Startup disini juga merujuk pada pelaku bisnisnya, perusahaan ataupun jenis bisnisnya. Ciri khas startup adalah berkaitan dengan bisnis digital, teknologi, aplikasi, web dan sebagainya.

Membangun sebuah bisnis startup memang tak semudah dibayangkan, seperti halnya dalam merintis bisnis baru, perlu adanya strategi dan kiat sukses untuk menjadi startup yang sukses pula. Selain aspek kualitas bisnis yang harus dipunya, aspek pemasaran juga merupakan modal penting yang harus dimiliki startup. Untuk itu, tips memulai bisnis startup agar cepat berkembang ini akan dikemukakan disini.

Langkah Memulai Bisnis Startup

Memulai sebuah bisnis startup bisa dilakukan dengan membangun langkah kecil terlebih dahulu. Tak hanya itu, prinsip dalam berbisnis juga harus dipahami oleh seorang pebisnis startup. Apa saja langkah-langkah tersebut :

1. Mulailah Dengan Ide Kreatif

Langkah awal memulai bisnis startup tentunya berawal dari sebuah ide. Ide membangun bisnis haruslah kreatif, tak hanya harus mengikuti trend namun juga harus mengikuti perkembangan pasar. Ide bisa saja sederhana namun memiliki prinsip dan pondasi bisnis yang kuat. Banyak startup yang sukses karena mereka mengembangkan ide sederhana mereka dengan memanfaatkan peluang pasar yang begitu tinggi. Contohnya, masalah transportasi yang dialami banyak masyarakat dimanfaatkan gojek untuk membuka peluang jasa transportasi online.

Sebenarnya ide penyedia transportasi online ini bukanlah pertama kalinya, namun berawal dari ide yang sederhana, dapat dikembangkan menjadi bisnis startup menjanjikan. Cara memvalidasi sebuah ide bisa dilakukan dengan mencari permasalahan atau peluang di tengah pasar. Apa yang mereka butuhkan dan cari? Lakukan riset pasar bila perlu. Tak harus mengikuti pebisnis startup lainnya yang telah sukses, sebagai pebisnis startup, Anda juga bisa menciptakan ide bisnis yang unik yang belum pernah ada.

Baca juga, Memahami Pola Pikir Investor Startup Di Indonesia

2. Mencari Co Founders

Contoh sukses startup terkenal di Indonesia ada 4 startup yang menyandang status Unicorn. Yaitu startup dengan nilai valuasi lebih dari triliunan. Mereka adalah Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Bayangkan, mereka dulunya adalah startup kecil, namun mempunyai potensi menggaet pasar yang sangat besar. Setelah didukung beberapa investor yang berinvestasi pada mereka, nilai pendapatan mereka menjadi sangat besar mengalahkan perusahaan besar lainnya.

Membangun bisnis startup ada baiknya menggandeng mitra atau partner bisnis yang akan lebih menguntungkan bagi startup itu sendiri. Tak hanya dapat mengatasi permasalahan sendiri, partner bisnis dapat menyokong dan mensupport startup dalam segala hal. Mitra bisnis atau partner bisnis ini haruslah memiliki kriteria :

  • Mempunyai misi dan visi yang sama dalam memulai startup. Anda bisa mencari partner bisnis yang sejalan dengan jenis bisnis startup yan dimiliki.
  • Memiliki kecocokan atau chemistry yan baik satu sama lain. Co founder dan Anda harus saling mengisi kekurangan dan mengisi kelemahan dengan keunggulan masing masing.
  • Kejujuran dan transparansi merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari kemungkinan terburuk seperti konflik perpecahan di masa depan. Berawal dari saling percaya dan keterbukaan atas segala hal seperti keuangan, pendanaan, dan keuntungan layak diutamakan supaya terhindar dari kerugian dan perpecahan yang bisa terjadi kapan saja.

3. Tahap Pengembangan Produk

Setelah langkah ide dan menggandeng mitra bisnis selesai, sebagai pelaku startup, Anda dapat menguji produk yang ada di pasaran dengan membuat prototype produknya seperti MVP atau minimum viable product atau MSP (Minimum Sellable Product). Artinya produk diuji di pasaran dengan meneliti seberapa besar produk tersebut dapat diterima pasar. Tahapan ini berarti bahwa produk Anda harus bisa terjual dengan jumlah minimum tertentu seperti 5 sampai 10 customer. Hasil uji akan menentukan seberapa baik produk Anda di pasaran, selanjutnya Anda bisa menganalisa kekurangan dan kelebihan produk tester Anda dan mengevaluasinya menjadi lebih baik lagi di masa depan.

4. Pasarkan Produk

  • Timing yang tepat

Jika tahapan pengembangan produk startup membutuhkan waktu yang lama, maka memasarkan produk juga butuh waktu yang tepat. Timing yang tepat menjadi tolak ukur keberhasilan produk diterima di pasaran. Contohnya, memasarkan kue lebaran tentunya akan dirasa tepat waktunya pada saat bulan puasa atau sebelum lebaran.

  • Sasaran target market yang tepat

Selain timingnya yang pas, menjual produk Anda juga harus menjangkau sasaran target market yang tepat. Dibandingkan dengan memasarkan produk secara random, menentukan target kalangan pasar terlebih dahulu menjadi kiat utama sebelum produk dipasarkan. Nantinya memasarkan dengan cara riset target pasar terlebih dahulu ini akan sangat menguntungkan dan tepat sasaran.

5. Pendanaan

Tahapan berikutnya adalah funding atau pendanaan. Tahap ini bisa menjadi bagian penting yang merupakan roda penggerak suksesnya sebuah usaha startup. Sumber endanaan untuk bisnis startup bisa didapat dengan cara :

  • Pendanaan sendiri

Tak sedikit pebisnis startup membangun usahanya dengan modal sendiri. Dengan modal sendiri Anda bisa mengelola pendanaan usaha secara bebas. Tidak perlu takut merugikan orang lain contohnya investor. Namun dengan dana sendiri yang dikucurkan, Anda juga harus siap jikalau nanti ada permasalahan keuangan seperti tidak mendapatkan laba, mengeluarkan biaya promosi yang banyak maupun biaya membangun bisnis startup pada website.

Baca juga, Potensi Pasar Startup Sampai Jadi Unicorn Di Indonesia

  • Mencari Investor

Sebelum Anda menggaet para investor untuk mau berinvestasi pada bisnis startup Anda, Anda harus mengetahui pola pikir investor. Apa yang menjadi keunggulan produk Anda sehingga bisa menarik perhatian para investor? Barangkali pertanyaan itulah yang menjadi modal utama Anda merencanakan proposal usaha Anda sebaik mungkin kepada para calon investor. Seperti yang kita ketahui, 3P (People, Passion, dan Product) adalah hal yang diperhatikan para investor. Selain produknya, calon investor juga akan melihat latar belakang Anda sebagai pelaku startup.

Apa yang dilihat dari seorang investor

  • 3P (people, passion, dan product)
  • Presentasi produk
  • Testimoni produk di pasaran

Biasanya sulitnya mencari investor ini berada pada permasalahan produk yang dijual. Biasanya para investor akan tertarik melakukan investari jika startup memiliki potensi meraup target pasar yang menjanjikan.

6. Memananfaatkan Media Sosial dan Website

Media Sosial Strategi

Karena pebisnis startup ini dibangun pada era digital, maka internet adalah wadah market place yang menjanjikan traffic yang sangat potensial. Manfaat internet saat ini bisa mendukung suatu usaha startup sebagai ajang promosi produk yang dijual. Tak hanya memanfaatkan sosial media, membangun website yang mendatangkan banyak traffic atau calon pembeli juga perlu dilakukan.

Salah satu trend mendongkrak penjualan bisnis startup adalah dengan mengoptimalkan website jualan melalui berbagai cara. Ada dua jenis cara meningkatkan pemasaran produk Anda, yaitu dengan cara organik dan anorganik. Cara non organik adalah dengan beriklan pada Google atau situs manapun untuk mempromosikan penjualan produk Anda.sementara cara organik adalah cara mengoptimalkan website melalui pengoptimalan SEO nya.

Jika Anda mempunyai budget modal yang besar, maka beriklan adalah cara terbaik untuk meningkatkan pemasaran produk Anda. Namun jika sebagai startup Anda terkendala dana, maka Anda bisa memanfaatkan cara organik pada media sosial maupun lainnya.

7. Susun Strategi Marketing Kreatif

Pemasaran adalah tahap akhir yang menentukan berhasil tidaknya produk bisnis Anda menghasilkan keuntungan. Pemasaran yang baik adalah dilakukan secara konsisten dan terarah.

Baca juga, Jasa Konsultasi Digital Marketing Online Terbaik di Indonesia

Berikut tipsnya:

  • Melakukan analisis pasar
  • Menentukan target pasar
  • Melakukan iklan secara efektif

Strategi menarik audience atau calon pembeli dengan cara marketing yang kreatif juga bisa digunakan pada media sosial. Jika beriklan membutuhkan budget yang besar, maka strategi pendekatan media sosial juga cukup efektif . Namun tentu kekurangannya,, cara organik ini membutuhkan konsistensi waktu yang banyak dan kesabaran.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =