Teknik SEO Modern Terbaru

Lupakan Teknik SEO Lama dan Fokus Pada Kualitas Konten

Banyak pakar SEO yang kini berprinsip bahwa konten adalah raja. Ya, tentu saja, karena betah atau tidaknya pengunjung pada suatu website, tergantung dari kualitas konten yang disajikan. Terlebih, saat ini sudah cukup banyak teknik SEO yang dianggap sudah kadaluarsa dan kurang efektif untuk digunakan. Jadi, bagi para pemilik website, mengetahui cara membuat konten yang baik dan diminati oleh para pengunjung adalah poin pertama SEO modern.

Bagi kebanyakan pakar SEO, istilah artikel SEO friendly saat ini sudah mulai ketinggalan zaman.  Yang terjadi saat ini justru sebaliknya, mengaplikasikan SEO yang sudah kadaluarsa justru tidak akan banyak berdampak positif pada blog atau website. Faktanya, mereka yang fokus pada SEO saat membuat artikel, tanpa mereka sadari mereka telah membuat suatu konten atau artikel untuk sebuah mesin, bukan untuk kenyamanan pengguna internet.

Sebelum kami kupas bagaimana cara membuat artikel yang bagus di mata SEO modern, berikut akan kami ulas terlebih dahulu teknik SEO jadul yang sudah tidak perlu Anda aplikasikan kembali.

Teknik SEO Lama yang Sudah Tidak Efektif dan Harus Ditinggalkan

Lupakan Teknik SEO Lama

Agar Anda tidak membuang-buang waktu pada saat mengoptimasi SEO, ketahui 6 teknik SEO jadul yang sudah tidak perlu lagi Anda aplikasikan pada web atau blog berikut ini.

Tidak Menyertakan Anchor Text Menuju Internal Links yang Berlebihan

Memasang banyak anchor text yang dapat mengarahkan pembaca ke artikel lain di dalam domain yang sama, memang sangat positif bagi peringkat mesin pencari. Akan tetapi, belakangan ini Google tampak sudah menghindari teknik ini, bahkan tidak segan menghukum konten yang memiliki anchor text manipulatif, berlebihan atau spam.

Perhatikan Penggunaan Kata Kunci

Kata kunci atau keyword sangat penting pada situs, terutama untuk mengarahkan pengguna internet kepada situs yang Anda miliki. Banyak orang yang berlomba menempatkan jenis keyword pendek sebanyak-banyaknya pada konten maupun landing page. Namun, perlu Anda ketahui, saat ini pengguna internet sudah semakin cerdas. Saat ini mereka lebih suka jenis judul yang spesifik dan informatif.

Kita ambil contoh misalnya Anda akan menggunakan kata kunci ‘sewa mobil’. Di dalam keyword planner, bisa saja kata kunci pendek tersebut banyak digunakan pada riwayat pencari. Akan tetapi, keyword yang lebih spesifik, seperti ‘sewa mobil murah’ atau ‘sewa mobil murah di Jakarta’, biasanya paling banyak dicari. Intinya, jenis keyword pendek saat ini sudah mulai tidak berlaku lagi.

Penggunaan Kata Kunci Pada Domain

Penggunaan keyword pada domain, merupakan teknik SEO yang sudah ada dari zaman dulu. Bahkan hingga saat ini, masih cukup banyak orang yang menggunakan teknik tersebut.  Contohnya seperti obatpilekampuh.com. Nah, ketika pengguna internet menemukan situs tersebut, untuk kata kunci ‘obat pilek ampuh’, saat ini kebanyakan mereka akan cenderung mengabaikannya. Karena, nama domain terdengar tidak seperti sebuah merk atau brand.

Baca juga: Cara Efektif Mengukur Keberhasilan SEO Website

Daripada Anda menggunakan keyword tersebut pada domain, alangkah baiknya ditempatkan di dalam konten saja. Teknik tersebut sudah dianggap sebagai spam, namun dengan meletakkannya pada konten, Anda bisa mengembangkannya jauh lebih luas.

Tinggalkan Metode Microsite Ganda

Microsite ganda biasanya digunakan untuk istilah penggunaan domain yang sama. Contohnya, sayur.com, makansayur.net, dan makansayur.shop. Dulu, teknik ini digunakan dengan cara memasang semua domain pada situs mereka. Tujuannya agar semakin mudah menjaring ‘ikan’ yang banyak untuk ditangkap.

Namun sayangnya, teknik tersebut sudah tidak dianggap efektif. Karena Google akan menganggapnya hanya 1 domain saja. Jadi, misalnya Anda menebar 3 situs, maka hanya 1 saja yang dihitung Google. Rankingnya pun akan dibagi tiga, atau sepertiga saja. Jadi, yang diuntungkan dalam hal ini jelas penjual domain.

Link Bait yang Tidak Strategis

Teknik SEO ini masih sering kita jumpai. Tekniknya ialah membuat sebuah konten yang disukai oleh banyak orang meski tidak cocok dengan brand yang dipasarkan. Nantinya, promosi brand diletakkan di paragraf akhir, harapannya agar orang banyak melihatnya.

Tidak dapat kita pungkiri, bahwa teknik tersebut masih ampuh untuk menjaring banyak audiens. Namun sayangnya, teknik ini dapat mematikan brand yang Anda miliki. Visitor tidak dapat memahami apa yang sebenarnya dijual pada situs Anda. Maka dari itu, perhatikan topik yang relevan dengan brand pada saat membuat konten.

Penggunaan Keyword SEO Terbaru

Varian Keyword yang Sama untuk Beberapa Halaman

Mungkin sekitar 4-5 tahun ke belakang, teknik ini masih efektif digunakan. Ide dasarnya ialah membuat variasi keyword, lalu dimasukkan ke dalam page yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Intinya, Anda menanamkan variasi keyword yang sama pada situs, untuk beberapa halaman.

Namun, dengan hadirnya teknologi Hummingbird, dan RankBrain, perusahaan raksasa sekelas Google sudah semakin cerdas di dalam memilih sebuah topik yang berkualitas dan pas. Kini, Anda sudah tidak perlu lagi membuat banyak halaman berbeda untuk satu keyword yang nyaris sama. Alangkah lebih baiknya Anda masukan dalam 1 page saja yang dapat menargetkan semua keyword tersebut.

Cara Membuat Konten yang Baik dan Berkualitas untuk Website

Cara membuat konten website terbilang susah-susah gampang. Gampangnya, kita hanya tinggal ngetik dan mencari sumbernya di internet. Namun, membuat artikel atau konten yang menarik tidak sesederhana itu, terutama untuk website. Karena, tidak semua orang yang browsing adalah orang yang suka baca buku dengan jumlah kata yang banyak. Umumnya mereka tidak suka dengan jenis artikel yang terlalu panjang.

Fokus Kualitas Konten SEO

Jadi, bagaimana seharusnya kita membuat konten berkualitas? Berikut kami rangkum penjelasannya di bawah ini.

Lupakan Terlebih Dahulu SEO

Jika kita mencari referensi cara membuat artikel yang baik di Google, maka kita akan disarankan untuk membuat sebuah artikel yang teroptimasi SEO atau SEO friendly. Seperti yang telah kami jelaskan di atas, sayangnya hal ini sudah tidak efektif lagi. Malah justru sebaliknya, mereka yang masih menggunakan teknik tersebut banyak yang gagal.

Kebanyakan orang yang fokus pada SEO gagal karena melupakan elemen penting, yaitu human-friendly. Nah, ciri-ciri artikel SEO yang sudah tidak efektif seperti:

  • Minimal panjang artikel 300 hingga 500 kata
  • Menghitung persentase keyword density
  • Peletakkan keyword di judul, paragraf pertama dan paragraf terakhir
  • Penggunaan subheader H2 hingga H6 yang dicantumkan keyword
  • Keyword tercantum di metadeskripsi
  • Bold setiap keyword

Kini, Anda bisa mengabaikan semua aturan di atas. Pasalnya, Google saat ini telah menggunakan perilaku manusia untuk menentukan artikel mana yang layak berada di peringkat teratas.

Mempelajari Karakter Calon Visitor/Pembaca

Beda topik yang Anda buat, tentu peminatnya pun juga berbeda. Misalnya artikel tentang “wisata”, pembacanya mungkin 22-25 tahun ke atas. Jadi, cara penulisannya pun harus dibedakan. Kenapa harus demikian? Agar bisa disesuaikan gaya penulisan dengan karakter pembaca. Dengan kata lain, pembaca akan lebih nyaman dan tidak membuatnya merasa bosan.

Kita ambil contoh misalnya, jika calon pembaca adalah anak muda, maka gunakanlah gaya yang santai. Karena, jika gaya bahasanya kaku dan formal, mereka akan merasa aneh.

Buatlah Judul Menarik

Judul masih tetap menjadi poin penting di dalam struktur artikel. Faktanya, 100 orang yang mengakses website, 80 di antaranya karena ketertarikan mereka terhadap judul pada artikel tersebut. Tapi sayangnya, 20 sisanya adalah mereka yang tidak lanjut membaca isi artikel.

Itu artinya, setiap pemilik website atau blog, banyak kehilangan potensi pembaca yang cukup besar. Selain isi artikel yang berkualitas, judul menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Pasalnya, pada hasil pencarian yang muncul di Google, judul adalah hal pertama yang dilihat oleh calon pembaca.

Tips Memfokuskan Pembaca Pada Artikel Anda

Berbeda dengan membaca koran atau buku, biasanya pembaca akan terus fokus membaca suatu topik tertentu. Namun, berbeda dengan internet, biasanya pembaca akan bergerak dengan cepat dari website A ke website B untuk mencari informasi.

Untuk menyiasati agar konten Anda dibaca setiap kata per kata, siasati dengan penggunaan paragraf dengan kalimat pendek. Karena, paragraf yang berisi terlalu banyak tulis akan membuat mata lelah. Idealnya, paragraf pada website hanya mengandung 3 atau 4 baris saja.

Selain penggunaan paragraf yang singkat, gunakan juga subheader agar artikel yang Anda buat menjadi lebih ringan.

Format Tulisan yang Benar Agar Artikel Anda Terbaca

Jika Anda sudah memiliki topik menarik, tapi tulisannya susah dibaca, bisa jadi format tulisannya yang kurang tepat. Jadi, sebagus apapun tulisannya, jika formatnya kurang baik maka tulisannya tidak akan terbaca. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa saja seperti

  • Penggunaan jenis huruf yang terlalu kecil
  • Penggunaan font yang sulit dibaca
  • Jarak antar baris yang kecil

Jadi, alangkah baiknya Anda mengikuti format sebagai berikut:

  • Menggunakan font khusus yang mudah dibaca
  • Gunakan ukuran antara 14 hingga 22 px
  • Penggunaan Margin di bawah paragraf antara 1,5 hingga 2 em
  • Aturlah lebar horizontal ke ukuran 480 hingga 720 px
  • Menggunakan line-height sekitar 1,5 hingga 2 em

Meningkatkan Bobot Isi Artikel

Nah, teknik ini merupakan inti bagaimana agar kita bisa membuat kualitas artikel jempolan. Kualitas dan bobot isi artikel merupakan penentu dari kualitas artikel. Semakin berisi artikel Anda, maka pembaca pun akan semakin puas. Hal ini cukup masuk akal bukan?

Meningkatkan Kualitas Konten Website

Agar kualitas artikel berbobot, tentu kita harus melakukan riset terlebih dahulu. Agar pembaca bisa puas. Tapi terkadang masalahnya, membuat artikel tersebut berbobot, tentu harus dibuat oleh penulis yang paham betul akan topik yang dibuatnya. Jadi, kita tidak akan bisa membuat artikel berbobot tanpa memahami pembahasan yang akan dibuat.

Tapi tenang, ada solusinya, yaitu dengan meluangkan waktu untuk membaca-baca artikel tentang topik yang akan Anda buat. Setelah riset dilakukan, dan Anda paham terhadap topik tersebut, maka Anda bisa langsung membuatnya.

Baca juga: Perbedaan SEO dan SEM Serta Manfaatnya

Demikian penjelasan tentang teknik SEO modern yang saat ini lebih memfokuskan kualitas konten. Nah, untuk Anda yang saat ini berencana mengoptimasi SEO, mulailah dengan membuat artikel berbobot sebagai landasan website Anda. Setelah itu, optimasikan beberapa teknik lain, baik itu SEO on page maupun SEO off page untuk menyempurnakannya. Tapi dengan catatan, teknik SEO yang Anda gunakan tidak ketinggalan zaman.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − ten =