Etika & Cara Membangun Relasi Melalui Media Sosial

Membangun Relasi di Media Sosial

Perkembangan teknologi sepertinya telah mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, mungkin kita hanya mengenal media elektronik dan media cetak untuk mendapatkan suatu informasi. Berbeda dengan zaman sekarang dimana kita bisa mendapatkan informasi dari media online, termasuk media sosial. Saat ini, media sosial berperan sebagai ruang publik yang membebaskan setiap individu dalam berbagi suatu konten, tanpa menyalahi aturan yang ada.

Setiap saat, pengguna media sosial terus bertambah. Semua kalangan bisa menjadi pengguna media sosial, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, karyawan, PNS dan lain sebagainya. Besarnya pengguna media sosial yang ada di Indonesia menjadi peluang besar untuk memperkenalkan bisnis Anda, sekaligus mencari relasi untuk perkembangan bisnis yang lebih maju.

Berbagai fitur yang disematkan pada media sosial memudahkan kita dalam membangun relasi untuk bisnis. Meskipun kita menginginkan keuntungan dalam berbisnis online, bukan berarti kita bisa menggunakan media sosial begitu saja, tanpa memperhatikan kenyamanan calon relasi. Lantas, bagaimana etika membangun relasi bisnis yang baik menggunakan media sosial?

Manfaat Media Sosial dalam Membangun Relasi Bisnis

Sebelum mengetahui etika membangun relasi bisnis melalui media sosial, ada baiknya kita menyimak manfaat media sosial terlebih dahulu, terutama sebagai penunjang bisnis online. Keuntungan yang dapat Anda peroleh dari penggunaan media sosial:

1. Hemat Tenaga dan Waktu

Menjalankan bisnis tentunya tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak tenaga dan waktu yang harus kita sisihkan untuk mengurus semua keperluan bisnis. Namun, dengan adanya media sosial sudah bisa membantu kita untuk berbagai kegiatan yang lebih mudah dan praktis, seperti menghubungi calon relasi.

Anda bisa menghubungi calon relasi tanpa harus bertemu langsung dengan mereka, meskipun Anda masih berada di kantor, di rumah ataupun tempat lainnya. Dengan demikian, tenaga dan waktu Anda bisa lebih hemat dan digunakan untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

2. Memperluas jaringan

Tak dapat dipungkiri bahwa media sosial mampu menghubungkan individu dengan individu lainnya lebih banyak dan lebih luas sehingga komunikasi mudah dilakukan. Melalui media sosial, Anda dapat memperluas jangkauan calon relasi.

Dengan demikian, calon relasi dapat melihat atau mengetahui produk atau jasa yang Anda tawarkan melalui media sosial. Keinginan untuk bekerja sama pun bisa muncul ketika mereka melihatnya. Media sosial juga memungkinkan Anda mendapatkan calon relasi dari berbagai daerah, tidak harus orang sekitar.

3. Mempermudah interaksi

Untuk bisa bertemu dengan calon relasi, rasanya tidaklah mudah. Terlebih dengan kesibukan dari calon relasi dan dari diri kita sendiri sehingga tidak mudah untuk menemukan jadwal bertemu. Dengan adanya media sosial kita menjadi lebih mudah untuk melakukan interaksi. Bahkan, bukan hanya melalui suara, tapi Anda bisa berkomunikasi melalui video juga sehingga interaksi lebih mudah.

Baca juga, Memahami Pola Pikir Investor Startup di Indonesia

Selain manfaat, media sosial terkadang juga memberikan efek negatif ketiak membangun relasi bisnis. Untuk bisa menghindari dampak negatif tersebut, Anda harus mengetahui etika yang baik dalam menjalin relasi bisnis melalui media sosial.

Etika Baik dalam Menjalin Interaksi Melalui Media Sosial

Perkembangan dunia internet di zaman ini terjadi begitu pesat. Media sosial memiliki peran terbesar dalam perilaku sosial masyarakat di zaman sekarang, yaitu menjadi tempat untuk berinteraksi favorit dan tak terbatas untuk penggunanya. Anda dapat tetap menjalin komunikasi dengan siapapun dan dimanapun dengan media sosial.

Etika Baik Membangun Relasi

Berikut beberapa etika dalam menjalin relasi dengan costumer melalui media sosial:

1. Meminta Izin dan Memperkenalkan Diri

Media sosial dapat menghubungkan setiap penggunanya dengan mudah sehingga bisa saling berkomunikasi. Pertama, Anda harus bertanya apakah interaksi yang akan Anda lakukan telah mengganggu aktivitas mereka atau tidak. Hindari untuk berbicara panjang lebar sebelum mengetahui keadaan calon relasi Anda, bisa jadi Anda dapat mengganggu kesibukan mereka dan malah memberikan citra yang buruk mengenai usaha Anda. Jika mereka memperbolehkan kita untuk melanjutkan interaksi, maka kita baru bisa melanjutkannya.

Setelah itu, Anda dapat memperkenalkan diri kepada calon relasi. Usahakan untuk menjelaskan pada calon relasi secara jelas dan detail, baik nama, tempat bekerja, dan posisi Anda dalam bisnis tersebut.

2. Sampaikan Tujuan Anda Menghubungi Lewat Media Sosial

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah menyampaikan tujuan kita menghubungi calon relasi melalui media sosial. Setelah memperkenalkan diri, tidak perlu berbasa basi lagi, Anda bisa langsung menyampaikan tujuan Anda pada calon relasi. Sampikan dengan bahasa yang sopan dan sedikit halus. Sampaikan bahwa Anda ingin menjalin kerjasama yang menguntungkan.

Sampaikan tujuan dengan jelas dan lugas agar calon relasi dapat memahami tujuan ini dengan baik, tanpa adanya salah paham. Baru setelah itu, calon relasi bisa memberikan keputusan atas tawaran yang diberikan.

3. Jangan Mudah Memutus Komunikasi

Berkomunikasi dengan media sosial tentunya berbeda ketika kita bertemu langsung dengan orang lain. Kadang Anda tidak mendapatkan jawaban dari calon pelanggan dengan cepat atau bahkan tidak dibalas. Meskipun demikian, bukan berarti Anda langsung memutus relasi karena ini justru akan berdampak buruk bagi Anda.

Akan lebih baik jika Anda menunggu balasan dari calon relasi. Selagi menunggu balasan dari calon relasi sebelulmnya, Anda bisa menghubungi calon relasi yang lain melalui media sosial.

4. Jangan Terlalu Agresif

Hal yang terpenting dalam komunikasi di media sosial adalah mengendalikan diri agar tidak terlalu agresif. Sikap agresif saat berinteraksi melalui media sosial justru akan membuat calon relasi terganggu. Untuk itu, lakukanlah penjelasan dengan pelan-pelan dan respon dengan baik jawaban calon relasi Anda, baru memberikan pertanyaan lagi.

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah melakukan pembahasan terhadap hal-hal yang ringan terlebih dahulu untuk membangun rapport yang baik. Ketika suasana sudah lebih akrab, barulah Anda bisa membahas mengenai tawaran kerja sama ini.

5. Mengontrol Status Di Media Sosial

Media sosial yang disediakan untuk bisnis, maka jangan sampai Anda memposting hal-hal yang berbau pribadi karena ini bisa menurunkan profesionalitas Anda dalam berbisnis. Anda juga perlu mengontrol diri dalam berbagi melalui media sosial, pastikan jika semua posting yang dilakukan berkaitan dengan keperluan bisnis, seperti upload produk, promo atau berbagi konten bermanfaat.

Selain itu, calon relasi biasanya tidak begitu suka dengan media sosial yang memposting banyak konten dalam sehari karena bisa mengganggu feed mereka. Anda bisa memposting konten beberapa kali saja. Lebih baik melakukan posting rutin tapi konsisten, daripada langsung posting banyak dalam sehari.

Etika baik menjadi poin penting untuk bisa meraih hati para calon relasi. Namun, etika yang baik saja rasanya belum cukup karena kita juga harus memastikan beberapa hal yang harus diperhatikan. Dengan demikian, media sosial bisa memberikan keuntungan bagi bisnis Anda.

Baca juga, Media Sosial yang paling Banyak di Gunakan di Indonesia

Strategi Penting Membangun Relasi Melalui Media Sosial

Ada beberapa hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum membangun relasi melalui media sosial agar lebih menguntungkan bagi bisnis online Anda.

Strategi Membangun Relasi di Medsos

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

1. Perencanaan

Membangun bisnis pastinya membutuhkan perencanaan yang matang sebelum akhirnya bisa berkembang lebih maju. Sebelum Anda menghubungi calon relasi, maka Anda harus membuat rencana terlebih dahulu, apa saja yang hendak dikatakan, jenis media sosial yang akan digunakan, bagaimana cara membujuk calon relasi untuk bekerja sama, waktu yang tepat untuk menghubungi dan lain sebagainya.

2. Konten Penentu dalam Media Sosial

Konten yang menarik pada media sosial tentunya juga bisa meyakinkan calon relasi untuk bekerja sama dengan bisnsi kita. Berikan konten yang menarik dan edukatif dalam media sosial dengan mengkreasikannya. Anda bisa menjadwalkan konten text, gambar, video atau info grafik pada hari tertentu agar lebih bervariasi.

3. Konsisten terhadap Brand Image

Penggunaan media sosial sebagai promosi haruslah mempertahankan brand image yang dibangun. Dengan demikian, bisnis kita bisa menjadi lebih berkembang dan dikenal oleh orang banyak. Konsistensi kita dalam membangun brand image menjadi daya tarik tersendiri bagi calon relasi untuk bekerja sama.

4. Menunjukkan pelayanan yang baik

Pelayanan yang baik menjadi salah satu penentu apakah bisnis akan berkembang atau tidak. Baiknya pelayanan yang diberikan membuat banyak customer yang merasa puas dan nyaman membeli produk atau menggunakan jasa yang Anda tawarkan. Hal ini juga akan diperhatikan oleh calon relasi sebelum mereka memutuskan untuk bekerja sama atau tidak.

Baca juga, Jasa Konsultasi Digital Marketing Online Terbaik Indonesia

Menjunjung etika dalam membangun relasi bisnis melalui media sosial akan membantu Anda mendapatkan empati dan simpati dari calon relasi sehingga peluang untuk mendapatkan kepercayaan dari calon relasi semakin besar. Semoga sukses!